Sabtu, 30 Desember 2023

Which Kind of Leader are you?



Yes, dari judulnya sudah jelas bahwa gw kali ini ingin menuangkan pemikiran gw mengenai arti dari kata "leader" itu sendiri. Backgroundnya, kenapa sih gw mau nulis hal ini adalah karena selama ini gw selalu berusaha belajar untuk menjadi Leader itu sendiri.

Latar belakangnya adalah karena gw dalam hidup sampai saat ini selalu bertemu dengan begitu banyak orang yang menganggap dirinya pemimpin dan hal itu pasti tidak dapat dipisahkan diantara kita semua, gw juga yakin buat kalian pembaca ini juga merasakan hal yang sama. Pasti saat ini kalian sedang dipimpin sama sesuatu, baik di kehidupan ataupun di kerjaan kalian, maksudnya dalam hal ini tentu ORANG yap, bukan materi or else.

Nah selama ini, gw secara pengalaman hanya baru satu kali bertemu dengan Leader yang WISE, Leader yang tahu bagaimana bersikap sebagai pemimpin dan bagaimana bersikap sebagai Teman dan tentunya sebagai atasan yang tidak kompromi dengan performance. Namun saat gw berada di bawahnya dia, seorang leader yang sangat wise tersebut, hal apakah yang terjadi kedalam dirinya? OFFICE POLITICS memaksa dia untuk dikeluarkan. IRONI ? YES, thats how the life works. but does GOD Stand Still ? NO. saat ini beliau menjadi salah satu pemegang jabatan tertinggi dalam sebuah perusahaan retail elektronic terbesar di Indonesia, gw gak perlu sebut namanya, tapi gw sangat bersyukur karena di melalui dialah, gw belajar, apa itu menjadi ORANG yang bermanfaat, berintegritas dari perkataan dan perbuatan dan bagaiaman TREAT the people wisely.

Setelah itu, gw gak pernah lagi bertemu dengan pemimpin selevel beliau dan berberapa kali gw bekerja gw menemukan the dark side of boss. Bos yang suka main cewe tapi berkedok agama dan mengambil komisi bawahan, pemimpin yang tidak walk the talk, pemimpin pendiam dan memikirikan semuanya sendiri dan endingnya chaos to the company, pemimpin yang unwise tapi terlihat wise dan selalu insecure, pemimpin yang memang memperhatikan anak buah, tapi tidak tahu bagaimana mengontrol sehingga at then end hanya menjadi otoriter, dan banyak lagi.

Cukup unik perjalanan hidup sebagai seorang pemimpin, tidak semuanya buruk, tentu ada pula Leader yang baik yang gw temui, yang tahu bagaimana fighting for the people, thinking about the people, and else. Tidak semuanya buruk, tapi kebanyakan menjadikan pembelajaran sendiri.

So gimana konklusinya? hmmm Leadership is a Journey menurut gw, dan kita akan sering mendapatkan atau mempertanyakan keputusan pemimpin dimanapun kita berada dan kadang kita hanya bisa terima dan terima. Tapi, disitulah gw membentuk mental kepemimpinan gw, dimana gw serap selutuh yang baik dan menghindari semua yang tidak baik, serap manisnya, buang pahitnya, itu menjadikan gw pemimpin yang "BIJAK".

Kita tidak bisa membahagiakan semua orang, BENAR. Kita tidak bisa memperlakukan orang dengan. SAMA, dan gw memilih menjadi pemimpin yang TAHU MENEMPATKAN diri dan TAHU bagaimana TREAT setiap orang yang gw pimpin dengan karakter dan situasi yang berbeda, Ada yang perlu dikerasin, ada yang perlu di pantau, ada yang perlu di micro manage, ada yang perlu diperhatikan lebih, dan berbagai macam. karena gw tahu, pemimpin yang baik melahirkan pemimpin lainnya.

Yes, gw juga tidak perfect, karena itulah gw terus serap cara leadership itu bekerja dan keep belajar untuk terus tahu, bahwa kepemimpinan itu adalah journey yang sendirian. Setidaknya gw harus tahu bagaimana memimpin diri gw sendiri saat ini, batasan yang perlu dibuat, hal hal yang bisa ditolerir dan yang tidak, hal hal yang perlu komitmen dan yang tidak perlu, tahu menempatkan prioritas dan tentu saja terus bertumbuh untuk menjadi bijak.

My Ideal Leadership ? Being FAIR to everyone and JUST in each situations.



Jumat, 29 Desember 2023

Good bye 2023 and Hello 2024

Good Bye 2023 and Hello 2024

2023 secara gambaran adalah roller-coaster kehidupan yang sangat sangat mengganas dan mencenangkan. Hari ini Bahagia, besok Kecewa, kemudian Berharap kembali, Bahagia, dan Kecewa Kembali, mungkin itu adalah siklus di 2023.


Banyak belajar berharap sesuatu yang kemudian dihancurkan akibat salah dalam ber-ekspektasi, belajar kembali mengampuni, bangun kembali dan menata kembali dari sisa fondasi yang ada, tertekan kembali dengan environment yang ada, dan diremukan kembali.


Politik, Manipulatif, Keserakahan, Kepalsuan, Kemunafikan dan Harapan palsu terus digencarkan hingga terhimpit dan tidak tahu harus lari dan bersembunyi kemana, seakan Napas adalah satu satunya jalan keluar yang masih tersisa untuk terus bisa "Bersyukur" untuk setiap tarikan napas yang masih bisa dilakukan.


Bagaikan orang yang dalam perperangan, balut luka dan berdarah dimana mana, namun masih tetap bernapas dan berharap sesuatu yang baik terjadi, Kapan? tidak tahu, hanya bisa berharap.


2023 menjadi titik pengembangan pemimpin dalam memimpin orang yang dimana mengubah kehidupan mereka, walau pada akhirnya gagal satu namun tidak masalah. Namanya Belajar, tidak selalu menjadi 100, namun sayang hal itu dianggap "FAILED" terbesar yang terjadi dibanding level of commitment  dan loyal yang sudah diberikan.


Tuaian penalty, Politics, unwise decision dan unreasonable pressure getting coming back. Satu kalimat dalam satu malam yang mengubah segalanya :"AMPUNI MEREKA". 


Disaaat keputusan itu diambil, sujud dan menyembah yang Maha Kuasa menjadi sebuah kehidupan yang baru, karena menyadari, apa yang diberi padanya akan dipertanggung-jawabkan dan diambil. Dia yang memberi, Dia yang mengambil.


Bearti, DIA selalu memiliki something in store yang pada WAKTUNYA akan diberikan kepada kita, DIA yang hidup dan berjanji. Tidak dihargai disini, DIA punya cara lain membuat kita dihargai di tempat lain, karena DIA pada awalnya sudah MENCINTAI kita.


They can put us down quietly, but God can lift us up publicly.


The story is not end yet, during all of these things, i came out with conclusion, God still has something in store, and by His time, He will reveals and brings me high to the place He wants me to be.


I don't need to follow my heart but I Need to follow what HE wants me to do. He is the center of this life and forever will be, He will never break the promise He made and it Means, i only can be keep waiting while preparing my self.


2024, Segala sesuatunya akan semakin memburuk, kondisi dunia tidak akan membaik, tapi kita yang akan menjadi semakin kuat. Environment, Toxicity, Hidden Agenda, Greed and Uncertain akan selalu ada, Level high of commitment diminta walau tidak diberikan Clarity of the path yang bisa diberikan.


but, Setiap hal ada waktunya dan dalam setiap waktu ada hal yang dapat terjadi, good or bad, no one knows, but kita bisa berharap yang baik selalu terjadi.


Persiapan dan Kedewasaan akan sebagian luka yang mungkin saja sudah sembuh dan sebagian luka yang masih proses penyembuhan serta persiapan akan Luka baru yang akan ditembakan akan terus terjadi, tapi tetap percaya bahwa Setiap Darah dan Tangis yang keluar tidak selamanya, Proses penyembuhan akan terus ada, karena percaya bahwa DIA selalu Baik, dan DIA menjanjikan DAMAI SEJAHTERA dan MASA DEPAN yang penuh PENGHARAPAN.


DIA, sang Raja Damai, yang bersama dengan kita, akan membawa kita "JOY" didalam penderitaan yang akan dialami kedepannya, tapi kepuasan terjadi karena walau dalam penderitaan, DIA tidak meninggalkan. DIA tahu dan saat waktunya tiba, DIA lah yang akan membawa kita ke tempat dimana level kita akan dinaikan dan tentunya KITA SIAP.


DIA SANG DAMAI yang bersama kita akan berjalan bersama kita di setiap langkah yang akan kita jalani di 2024, setidaknya itulah PENGHARAPAN yang bisa dimiliki dan bergantung kepada DIA yang berkuasa atas hidup ini. Dengan demikian tidak hanya DIA bersama kita, WISDOM akan mengikuti kita dan membuat kita selain SIAP namun juga BIJAK, dan setiap pengharapan yang dibangun di dalam DIA, SANG JURUSELAMAT tidak akan pernah mengecewakan.


Happy New Year 2024!

Senin, 01 Mei 2023

My Journey in Finding God's Will

So, here is the new chapter of my life, dimana saat ini I am on Journey in Finding God's will.

Sebuah perjalanan yang gak mudah buat gw, i am lost my direction and sering kali bingung where to go. Istilahnya kayak udah sampe di area dimana kayaknya i am going deeper and deeper sampai mau turning back itu jadi sebuah hal yang membingungkan.

Ada sebuah pepatah atau nasihat, kayak kalau kita sebagai nahkoda kapal, bergeser 1 derajat aja tapi dijalankan secara terus menerus, akan berujung kepada kesesatan yang terlalu jauh.

One day i find some truths, actually there are more truths i received, but here is the first chapter of it.

I am a kind of person who waiting for a sign and based on feeling when i need decide something.
karena pengalaman gw selama ini, dimana sepertinya semua hal ada TANDA dan FEELING yang gw rasakan THATS IT.

but, unfortunately, THATS WRONG ! walau keberadaan gw saat ini sampai saat ini adalah hasil dari kebaikan Tuhan dalam hidup gw, tapi THE WAY i saw this menjadi sebuah hal yang salah dan mematahkan seluruh pemikiran dan pengalaman gw.

God's is not playing game with me, He wants me to understand His will, His purpose and His plan for my life.

Sering banget gak sih kita ngomong hal ini ke diri kita sendiri," I want God to guide me, but i still get confused. I don't know what to do." and there is some mistakes in here, do you recognize ? "I Don't know what to do, i don't know what i want, etc"

My first mistake is I HAVE to know what i am looking for before I can find it.

So at least there is 3 Truths i learnt from Ps Rick Warren about this.

  1. God's will is not a feeling

    Mungkin bukan gw doang nih yang ngerasain hal ini, tapi sering banget gw menunggu atau mencari "feeling" atau supernatural sign. Masalahnya adalah Feeling itu bisa menipu dan tidak dapat diandalkan. Feeling bisa berasal dari Fatique, Hormones, atau bahkan sebuah Event yang kita pernah alami. Feeling itu menipu, bahkan devil dapat membuat sebuah feeling. 

    So, Don't wait for a feeling when you are trying to figure out God's plan for your life

  2.  God's will is not a FORMULA

    We always want things to follow a simple formula, to be easy, so it will instantly changing our life. But, GOD'S will is not a formula, its not a closed system, ITS DYNAMIC!
    Its not always an issue of choosing A to B, many times it can be A to Z, and anyone of them is OKAY, we need to choose it.

    We are too afraid of making choices and thats what makes you don't have courage to make a decision. If you are believe in God, no matter the way you choose, if it still in Godly way, God will be there.

    WHY WOULD GOD GIVE YOU A BRAIN AND NOT EXPECT YOU TO USE IT?
    HE lets you make a choice and He Gives you the second CHANCEs.

  3. God's will is a RELATIONSHIP
    There is a very little in the Bible about the technique of knowing God's will, but there are thousands of verses that talk about developing a loving RELATIONSHIP with Him.
The better we got to know Him, the less confusion you're going to have about what His will is. Get to know God and everything is became secondary.

So, in conclusion, RELATIONSHIP with GOD is the only way we get to know What His Will in our life, and How to build relations with God ? by knowing His will and all of His will is written in His word in Bible.

Minggu, 19 Juni 2022

Leadership Journey : How to know your team

Leadership Journey : How to know your team


Yes kali ini gw akan memberi judul mengenai Leadership. Sebenarnya ini adalah rangkuman dari sebuah sharing singkat yang padat tapi penuh daging dari seorang pembicara Leadership yang memang cukup gw kagumi karena dari pembawaannya yang penuh dengan DAGING. Namanya adalah Pastor Ary M Wibowo dari JPCC.

Tapi kali ini gw akan mencoba merangkumkan kembali apa yang gw dapat dengan bahasa yang sederhana dan lebih general dan gw relatedkan dengan konteks di pekerjaan, So Let's Start the Journey.

Pertama : Kita mesti sadar, bahwa dalam kehidupan daily kita, kita selalu berhadapan dengan sebuah SOP ataupun SISTEM, tetapi kita berhadapan dengan MANUSIA, dan dimana manusia itu PASTI selalu berubah, kadang hari ini dia Good Mood besok atau bahkan berberapa jam kedepan bisa berubah Moodnya, sehingga kadang kala kalau dibenturkan dengan sebuah sistem, yang terjadi adalah SISTEM dibuat seperti menjadi sebuah hukuman.

Masalahnya adalah dalam konteks berhubungan atau koneksi dengan sesama Manusia, kita harus sadar bentuk utamanya adalah "HEART" atau "KASIH".

Kalau kita melakukan suatu pekerjaan selalu berpatokan dengan SISTEM, kita akan mengubah ESENSI tertinggi dalam setiap kita melakukan sesuatu yaitu "KASIH".

Terus, SISTEM atau SOP gak berguna dong? nah, konsepnya jangan dibalik, SISTEM atau SOP dibuat bukan untuk menggantikan dasar "KASIH" itu tetapi MELINDUNGI hubungan tersebut agar tidak berantakan.

Gampang analoginya, kalau suatu hubungan isinya adalah SOP terus, maka kita menjalani daily life kita yah kayak ROBOT, terprogram, saklek, kaku dan itu akan sangat gak enak. Tapi bayangkan kalau kita kerja berdasarkan karena emang kita mengasihi Company, Klien dan rekan kerja kita, menjalani daily kita menjadi RELAX TO THE MAX, Fun dan tetap dalam koridor SOP dan Sistem yang kita punya.

sebagai contoh di company saya, kalau ada salah satu klien yang memang habis masa perpanjangan menggunakan sistem kami dan based on sistem dan rules, maka seluruh data mereka akan dihapus (ITS ON SOP and SYSTEM), tapi bagaimana kalau ada klien kami yang me'MINTA' untuk dibukakan kembali aksesnya dan minta dikembalikan setiap data yang ada? pertanyaannya APAKAH KITA AKAN STRICT TO THE SISTEM atau MENGUTAMAKAN hubungan dengan klien?

Apa jawaban kalian?

Lalu pertanyaan lanjutan, bearti akan tidak "adil" dong dengan klien yang lain yang mengalami hal yang sama dan terhapus by sistem?

Oke, back to the corridor in Leadership.

Adil kalau pakai bahasa Indonesia memang kurang bisa dimengerti, Adil bukan bearti EQUAL (sama), dalam bahasa Inggris, Adil bisa menggunakan dua kata yaitu FAIR dan JUST.

NAH ! Leadership itu JUST, sebuah Leadership TIDAK AKAN PERNAH FAIR, karena Leadership tidak akan pernah bisa menyenangkan semua orang, tetapi memutuskan yang terbaik yang dibutuhkan.

berkaca ke case diatas, bearti apakah bearti kami FAIR atau JUST ? jawabannya, mudah saja, kita ingin memenangkan Hubungan atau mempertahankan Sistem? tapi kenapa ada yang bisa di restore dan ada yang tidak, simple.. karena mereka BERTANYA dan kami MEMPERTIMBANGKAN.

So, dalam Leadership juga sama, seorang leader tidak akan pernah adil (FAIR) tapi seorang Leader wajib untuk memiliki Justice dimana bisa memutuskan sesuatu yang TERBAIK walau tidak menyenangkan semua orang.

JUST - ADIL - Harus bisa dipertanggung jawabkan dan berani ditegur apabila salah. 

Dan sekali lagi, JANGAN MELIHAT SOP atau SISTEM sebagai sebuah hukuman.

Saya ada Cerita sederhana, sebuah perumpamaan sederhana seperti berikut;

mengisahkan tentang seorang tuan yang meninggalkan rumahnya untuk pergi ke luar negeri, dan sebelum pergi ia memercayakan harta miliknya kepada para hambanya. Berdasarkan "kesanggupan" masing-masing dari mereka, seorang hamba menerima lima talenta, hamba yang kedua menerima dua talenta, dan hamba yang ketiga menerima satu talenta. Talenta dalam perumpamaan ini adalah sejumlah besar uang. Berdasarkan om Wikipedia, 1 Talenta itu adalah sebesar 6.000 Dinar, dimana 1 Dinar adalah harga gaji 1 orang. (teman teman bisa cari sendiri perkiraan kurs Dinar ke Rupiah saat ini sebagai gambaran dan berat dari 1 dinar ini perkiraan adalah 34 Kg, jaman dulu mata uang masih menggunakan berat Emas). Pointny adalah Si Tuannya ini sangat sangat sangat kaya.

Setelah sekian lama waktu berlalu, sang tuan kembali ke rumah dan menanyakan pertanggungjawaban ketiga hambanya atas harta milik yang ia percayakan kepada mereka. Hamba yang pertama dan kedua menjelaskan bahwa mereka masing-masing berhasil melipatgandakan talenta yang dipercayakan kepada mereka dan Hamba yang menerima 1 ternyata tidak mengembangkannya.

nah, Cerita saya berhenti disini, saya akan bahas singkat dari sisi lain.
Sudah pasti kalau si Tuannya sangat kaya ini, gak mungkin kan hanya punya 3 hamba, tapi pasti sangat banyak, pertanyaannya : Kenapa HANYA 3 HAMBA ini yang di percayakan?

Karena Tuannya MENGENAL secara pribadi ketiga Hamba ini.
dan Kenapa ada yang 5 ada yang 2 dan ada yang 1? nah kita mesti melihat ini dari bukan banyaknya Tanggung Jawab yang dikasih, tetapi bagaimana Leadership dari Tuan ini membagikan tugas, yaitu sesuai dengan KAPASITAS dan KESANGGUPANNYA. 

Tuannya mengenal ! dan inilah Leadership itu, kita harus mengenal kapasitas setiap member kita, di kantor gw ada sebuah statement "If you are too BIG for small resposibility, you are SMALL for bigger resposibility"

Karena tuannya kenal, karena pemimpinnya kenal, maka setiap orang diberikan tanggung jawab sesuai dengan kapasitasnya, kalau saja yang 5 dan 2 diberikan 1, maka Leadership ini pasti buruk karena meremehkan kemampuan membernya, tetapi kalau yang 1 diberikan 2 atau 5, maka sudah pasti TIDAK akan berhasil, karena dia akan lebih sering Flexing, Lupa Diri, dan Overwhelmed yang berujung kepada istilah anak jaman sekarang, KENA MENTAL HEALTH dan BUTUH HEALING.

Kalau Kita diberikan tanggung jawab atau sesuatu diluar kapasitas kita, maka pemimpin kita bearti adalah pemimpin yang kejam dan tidak mengenal kita karena mungkin tidak atau jarang berkomunikasi dengan kita. Sebaliknya, kalau pemimpin memberikan sesuatu dibawah kapasitas kita, bearti pemimpin meremehkan kita dan sama seperti tadi, yaitu tidak mengenal kita.

berikut adalah FRAMEWORKnya

KAPASITAS ---> KENAL ---> KASIH ---> MEMANGGIL 

Ingat bahwa dalam Kepemimpinan, Apresiasi setiap progress kecil yang sudah terjadi oleh team member kita, karena apa yang kita Apresiasi akan terduplikasi. 

Sebagai Pemimpin kita perlu mengerti Esensi dari berkomunikasi, kita bisa pahamkan dan ingat mengenai konsep ini, yaitu :

Tujuan komunikasi adalah BUKAN untuk mendapatkan persetujuan tetapi menciptakan atau membangun Pemahaman dan Pengertian.

Kalau Tujuan komunikasi adalah untuk mendapatkan approval maka pasti akan terjadi kendala saat ada pihak yang menolak, dimana expektasi kita tidak tersampaikan dan kita akan kecewa, sebaliknya, kalau tujuan komunikasinya adalah untuk membangun Pemahaman dan Pengertian, maka saat ada penolakan kita mengerti bahwa ADA HARAPAN bahwa suatu hari mereka akan approve.

Ada 4 Prinsip Leadership mengenai Komunikasi ini yakni:
  1. Keterlibatan ( seberapa jauh kita mengenal member dan team kita?)
  2. Proses yang berujung bagaiman perkembangan progress team kita
  3. Makna itu Internal dan Individual ( seberapa sering kita Alignment visi misi dan objectives dengan member dan team kita - Keseragaman Pemahaman)
  4. Hearing atau Listening - Mendengar kebutuhan Team dan member dan bisa memahami.
dan semua ini hanya bisa terjadi apabila digabungkan dengan satu faktor penting, yaitu WAKTU.

Kita tidak bisa meminta semuanya itu instant, tapi PASTI saat ke-empat hal itu dijalankan, akan muncul dua hal yakni PROBLEM dan TENSION. Sebagai pemimpin kita perlu mengerti mengenai kedua hal ini dan bagaimana menghadapinya.

PROBLEM - Harus diselesaikan, maka dari itulah ada istilah PROBLEM SOLVING
TENSION - Harus dimanage.

INGAT ! Jangan terbalik !

Kalau PROBLEM dimanage, yang akan terjadi hanya akan menimbulkan Problem lainnya, dan terus bergulung dan akhirnya jadi Chaos.

TENSION - Harus dimanage, Tension gak bisa diselesaikan. Sebagai Contoh, apabila kita memiliki tekanan darah normalnya adalah 120 / 80 (normal), dan suatu waktu tiba tiba menjadi 180/100 (darah tinggi), kita tidak bisa minta ke dokter untuk diselesaikan saat itu juga agar tetap di 120/80. Apalagi kalau kita minta stay aja di tekanan darah kita 0/0, tandanya kita mati.

PENTING !! TENSION kalau diselesaikan maka yang terjadi adalah
  1. Kematian VISI
  2. Kematian Hubungan
  3. Kematian Kasih
Dalam memanage Tension, pasti melibatkan Perasaan, tapi ingat pula bahwa PERASAAN ITU VALID tapi BUKAN FAKTA. dan dibutuhkan kedewasaan dan pengenalan serta komitmen agar setiap individu tidak mudah BAPER yang mengakibatkan tidak ingin adanya perbubahan.

Terakhir !!! akhirnya yaaah bearkir juga... ini yang paling penting, sebagai LEADER kita perlu mengenal setiap member dan team kita, dan dalam pengenal itu ada 5 konsep F yang kita bisa ikuti yaitu
  1. FACE - Kita mesti tahu dan kenal dong sama mukanya orang yang ingin kita kenal seperti apa.
  2. FACTS - Kita mesti tahu juga mengenai fakta fakta dengan diri mereka, kadang bisa kita dapat kan nih kalau lagi nongkrong bareng atau lunch santai.
  3. FEELINGS - Kita sebagai leader perlu tahu banget nih apa hal hal yang memotivasi dan demotivasi team member kita.
  4. FEARS - yes, kita perlu tahu banget hal hal yang bikin mereka insecure, worried dan lainnya, tapi jangan terus terusan di daerah ini, yang ada jadi spooky discussion.
  5. FAITH - Ini mungkin yang paling terakhir dan paling deep, yaitu melibatkan core belief masing masing team member kita, apapun background dan kepercayaan mereka, tetapi ini penting karena kita perlu mengenal mereka hingga titik ini.
SO..... THATS IT ! lelah juga mengetik kebanyakan, dan buat gw sekali lagi, saat gw mendengar hal ini, buat gw ini daging dan memberkati gw juga sih, bukan secara internal, tapi semua hal ini bisa diaplikasi kan gak hanya di Kerjaan, tapi di Keluarga kita apalagi ke istri dan anak anak kita. ITS So applicable, dan karena gw percaya, dimana ada kerukunan, disitu ada berkat dicurahkan.


Have a good journey of leadership guys !!!

Jumat, 05 November 2021

FINDING HAPPINESS

Finding Happiness

Akhir Akhir ini gw belajar untuk memahami mengenai apa itu mengejar Happiness, dan sering kali kita melihat untuk selalu mengejar kebahagiaan. yah, siapa sih yang gak mau bahagia, semua orang mau bahagia, siapa juga yang gak mau bahagia. Kita semua juga maunya bahagia, kita semua pingin bahagia, dan kadang bahagia menjadi suatu standard kehidupan dalam hidup kita.

Kita mau bahagia. 

Siapa juga yang tidak mau bahagia, karena semua hal akan berubah menjadi positif saat kita menjadi bahagia, walau kadang kita sendiri yang menentukan itu bahagia atau tidak.

Dari salah satu artikel yang gw dapatkan dari internet dalam bahasa inggris, (https://www.mindonjesus.com/how-to-find-true-happiness/) ada sih berberapa kebahagiaan yang memang ditentukan dari manusia pada umumnya, yang adalah;

"Some of us put our hope in money. We feel that if we can buy a new car or have a big house or (put in your shopping addiction here), happiness will come to us. Though I agree that money can buy us a lot of things to live a comfortable life, but it will never give us what we truly seek after.
Some of us seek fulfilment in relationships. We go from one partner to another in search of true happiness, only to find out that it still evades us. Even our parents, spouses, and children will never be able to give us true happiness in life.
Some of us take to drugs, lust, alcohol, sex, and porn (Get rid of porn) to give us a temporary false sense of joy and peace. We then awake the next morning, still feeling depressed, anxious, and unfulfilled.
Some stay late in the office, hoping to do better at work, or get a promotion or move up the corporate ladder, in search of true happiness. We often think that a better job will make us happy, but once we get that dream job, we are back at square one.We often hold on to certain sins and addictions and pursue other means to fill our voids and cover-up our depression, sorrow, and anxiety. Our world has a very wrong idea of happiness."

Nah, jadinya kalau kita cek juga, memang pada dasarnya kebahagiaan yang dicari oleh dasarnya manusia adalah berfokus pada diri sendiri. Kita ingin bahagia, kita ingin menemukan kebahagiaan, dan endingnya terpusat pada diri kita sendiri.

Seringkali kita belajar untuk bahagia namun pada akhirnya kita sendiri tersesat kepada kebahagiaan yang kita ciptakan sendiri, dan malah berakhir pada frustasi karena pada akhirnya kita tidak menemukan kebahagiaan itu.

 Jadi, sebenarnya, apa itu yang disebut kebahagiaan sih?

Ada di suatu kondisi dan suatu malam, saya menemukan suatu insight baru yang mencenangkan buat pemikiran pribadi saya mengenai Happiness yaitu;

PURPOSE

Yah, Purpose - Atau Tujuan Hidup.

pur·pose - /ˈpərpəs/ noun  : the reason for which something is done or created or for which something exists or a Verb : have as one's intention or objective.

Nah, menjadi menarik buat saya mengenai apa itu Purpose instead of mencari apa itu kebahagiaan. Bukannya gw gak mau bahagia sih, siapa sih yang gak mau bahagia. Tapi mendekati umur gw yang semakin mateng, gw makin berpikir bahwa, Apa sih yang lu cari dalam hidup? Terus terusan menjadi sebuah pertanyaan buat gw pribadi, apa sih yang lu cari, apa sih yang lu mau, apa sih yang lu harapkan, dan mau kemana sih hidup ini?

Gw pribadi memang bisa dibilang orang yang telat dalam bergerak dan kadang gw melihat bahwa diri gw adalah orang yang tertinggal, sehingga gw memandang diri gw rendah dan tidak berguna. Insecurities dan overthinking jadi makanan daily gw, mau segimanapun gw ingin untuk healing, ternyata hal ini hanya memindahkan masalah yang ada dan sesaat kelihatannya hilang.

Ada sebuah Quotes menarik dari Christine Caine di IGnya @christinecaine,

"Don't Miss Your Purpose Because You're Waiting For A Position"

Jadi, gw rasa.. yang saat ini harusnya gw cari adalah PURPOSE ! Apa sih tujuan gw hidup, apa sih yang mau gw lakukan atau lebih tepatnya, apa sih yang TUHAN gw mau untuk hidup gw ?

Nah, saat gw memiliki pemikiran dan insight ini gw jadi berpikir hal baru, yaitu Seluruh Hidup gw seharusnya adalah mencari apa itu PURPOSE hidup gw, dan KEBAHAGIAAN akan mengikutinya. Pencarian purpose of life bukanlah pencarian hidup yang mudah, dan mungkin aja butuh seumur hidup, lah jadinya kita gak bahagia dong? hmmm mungkin perspektif kita perlu diputar sedikit.

Kalau kita mencari Purpose hidup yang pencipta kita (baca: TUHAN) seharusnya Purpose hidup itu adalah menjadi fungsi seharusnya kita sebagai manusia diciptakan, dan seharusnya kalau kita diciptakan dan diberikan sebuah fungsi dan kita menjalani fungsi itu, biasanya hidup kita ini aligned dengan rencana awal Tuhan kepada kita, dan untuk itu biasanya "BAHAGIA" itu akan datang dengan sendirinya.

Apakah mudah ? GAK SAMA SEKALI ! Susah.. menjalani panggilan hidup kita saat ini itu gak gampang, sangat sangat gak gampang... Karena sesuatu yang baik kalau didapatkan dengan mudah, biasanya akan disia siakan.

Jadi, gimana kah proses gw mencari purpose gw? gw juga gak tahu.. lets the journey of finding purpose begins.


Selasa, 05 Oktober 2021

D.E.C.I.S.I.O.N


Dari kata dasar DECIDE yang artinya sebagai berikut;

de·cide
/dəˈsīd/

  • come to a resolution in the mind as a result of consideration.
  • cause to come to a resolution.
  • make a choice from a number of alternatives.
Kalimat yang gampang diucapkan dan sangat susah bagi sebagian orang untuk mengambil keputusan ini. Gak gampang bisa mengambil keputusan apalagi gw yang introvert, kalau DISC terakhir gw adalah SI, susah banget untuk bisa ngambil keputusan, kebanyakan menimbang, kebanyakan dipikirin, namun pada hasilnya kita malah terombang ambing dengan pemikiran itu, alih alih ada keputusan yang dibuat, yang terjadi adalah malah gak ada keputusan yang keluar dan malah merugikan diri sendiri dan orang lain.

So, jadi gimana dong harusnya mengambil keputusan? ini menjadi sebuah pertanyaan yang gak ada habisnya buat gw, selalu mencari terus terus dan terus bagaimana bisa mengambil keputusan, baik dari para pembicara hebat international sampai dengan Para Petinggi Agama yang mengajarkan mengenai cara mengambil keputusan.

So, gw mencari pengajaran sederhana, bagaimana cara mengambil keputusan, inget ini adala Teori atau dalam arti Prinsip Alkitab yang gw dapatkan, yakni didalam hal berikut;

Mazmur 25 : 12 -14 (TB)
25:12 Siapakah orang yang takut akan TUHAN? y  Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan 1  z  yang harus dipilihnya. 25:13 Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan a  dan anak cucunya akan mewarisi bumi. b  25:14 TUHAN bergaul karib c  dengan orang yang takut akan Dia 2 , dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya d  kepada mereka.

Nah, dari dasar ayat ini, maskudnya apa? 

Jadi kalau dari referensi yang gw dapetin, yakni seperti ini : 

Tema utama mazmur ini ialah bagaimana Allah dengan hikmat menuntun orang percaya yang setia. Perhatikan kebenaran berikut:

  1. 1) Allah memiliki rencana untuk setiap orang percaya. Dia memiliki rencana untuk Adam (Kej 1:28; 2:18-25), Abraham (Kej 12:1-3), Yusuf (Kej 45:4-9), dan umat-Nya, Israel (Kej 50:24Kel 6:5-7); Ia mempunyai rencana bagi Yesus (Luk 18:31) dan Paulus (Kis 21:10-14; 22:14-15; 26:16-19;

    lihat cat. --> Kis 21:14).

    [atau ref. Kis 21:14]

    Allah memiliki rencana tertentu bagi setiap anak-Nya (Ef 1:10; 2:10Ef 3:11; 4:11-13; dan 1Kor 12:1-31).
  2. 2) Rencana Allah dapat disampaikan kepada kita melalui cara-cara luar biasa seperti mimpi, penglihatan, dan nubuat (Kis 2:17; 9:12; 10:3Kis 13:21Kor 14:1;

    lihat cat. --> Kis 21:10).

    [atau ref. Kis 21:10]

    Akan tetapi, cara yang biasa dipakai-Nya dalam menuntun dan menyalurkan hikmat kepada kita adalah melalui Firman Allah (2Tim 3:16) dan melalui Roh Kudus yang tinggal di dalam hati kita (Kis 8:29; 10:19Kis 13:2; 15:28; 16:61Yoh 2:20,27).
  3. 3) Rencana Allah bagi orang percaya bisa meleset jikalau kita mengabaikan Firman Allah atau dengan salah menafsirkannya kita membuat keputusan yang bertentangan dengan kehendak-Nya. Jikalau keyakinan, sikap dan ajaran dasar yang terdapat dalam Alkitab tidak tertanam betul-betul di dalam kita maka kita akan tersesat.
  4. 4) Kebenaran mendasari bimbingan Allah (bd. ayat Mazm 25:21Rom 8:11-14), karena Allah menuntun kita "di jalan yang benar" (Mazm 23:3).

  2 Full Life : TAKUT AKAN DIA.

Nas : Mazm 25:14

Pengenalan pribadi akan Allah dan persekutuan intim dengan-Nya adalah khusus bagi mereka yang takut akan Dia dan menjauhkan diri dari kejahatan (bd. Ams 3:5-7;

lihat art. TAKUT AKAN TUHAN).

(source : https://alkitab.sabda.org/passage.php?passage=Mzm%2025:12-14&tab=text)


Nah, berdasarkan dari diatas, yang bisa gw tangkep dari sebuah KEPUTUSAN adalah karena setiap hari kita harus membuat keputusan, dan dari satu keputusan akan menghasilkan keputusan lain, dan dari keputusan lain akan membuahkan keputusan lainnya lagi, dan terus seperti itu. Karena keputusan selalu membuahkan keputusan lainnya dan setiap keputusan pasti akan diikuti oleh akibatnya, maka yang terjadi adalah kita harus memiliki planning atau rencana sebelum mengambil keputusan tersebut.

Dalam Alkitab, kita harus mengambil keputusan berdasarkan GOD's will dan not our will, karena kalau kita membuat keputusan berdasarkan dari bagaimana dasarnya The Word of God and God's will maka keputusan itu bisa kita buat dengan bijak dan kita mungkin saja akan terhindar dari kendala, masalah atau bahkan sakit hati yang mungkin tidak perlu kita tanggung.

Key point dari dalam membuat keputusan kalau gw lihat adalah ada di Mazmur 25:12 nih, yaitu Siapakah orang yang takut akan TUHAN? y  Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan. Nah ! Bimbingan Tuhan itu selalu ada buat orang yang takut akan Dia, namun kita ini keseringannya adalah suka pinter sendiri, suka pakai hikmat sendiri dan suka bikin susah sendiri.

Nah, gak gampang sih untuk bisa mengambil keputusan, kenapa? karena kita suka banget bandel dengan menggunakan keputusan kita sendiri, kita berasa pinter, atau bahkan kita menganggap kita ini Tuhan.

Akibatnya adalah Kita jadi susah sendiri, kita jadi bingung sendiri, kita juga yang stress sendiri. Tapi mengikuti Word of God juga gak gampang.... nah dari tulisan ini aja lu bisa tahu kan, gw aja bingung mesti gimana... Hati sih pingin bisa ngikutin kemauan Tuhan, Badan dan Jiwa suka berasa pinter sendiri. Butuh Tekad yang kuat dan Konsistensi untuk terus berlatih mengenai hal ini. Well.... bagaimanakah Journey gw terkait hal ini??

Apakah gw bisa menjalani hal ini ?......

see you on the next journey.. 


Minggu, 03 Oktober 2021

The Lost of Joy

 

The Lost of Joy, yap bener, alias kehilangan Joy atau sukacita. Hal yang paling tidak enak dalam kehidupan adalah saat kita kehilangan Joy atau sukacita, karena kita menjadi orang yang murung, negatif, sinis, dan memang gak suka orang lain berbahagia.


Banyak hal yang membuat kita kehilangan sukacita, bisa internal bisa juga eksternal. Kalau dari Internal bisa jadi karena memang kondisi diri kita yang sedang down, burnout, lelah, emosi dan lainnya, dan kalau Eksternal bisa jadi dari kondisi sekitar, kerjaan, family, perkataan orang, dan lain lainnya.


Dalam kasus gw sendiri, bagaimana sukacita itu bisa hilang? yah mungkin bisa jadi internal karena gw lagi down, burnout, dan tekanan lain dalam diri akibat dari ketidakpuasan dan mungkin iri hati serta efek dari introvert yang tidak bisa diluapkan atau disampaikan secara terbuka kepada orang lain. Bisa juga dari sisi eksternal, dimana bagaimana kondisi kantor, atasan, rekan kantor, keluarga dan lainnya.


Gw menyimpulkan bahwa Burnout adalah hal yang paling bisa disangkut pautkan dengan Joy, Joy bisa hilang saat gangguan mental dalam diri kita terjadi. Sebuah tulisan dari Steven Furtict ini (gambar diatas) menjadi sebuah renungan sih buat gw. Bahwa bisa jadi Tuhan ingin menggunakan apa yang Tormenting kita, atau "menyiksa" kita untuk mengajarkan kita mengenai apa itu Grace atau Kasih Karunia.


Tormenting kalau gw cari infonya itu berbunyi seperti ini "cause to experience severe mental or physical suffering." dalam arti lain dari Free Dictionary, Tormenting adalah arti dalam dua hal berikut; 1. Great physical pain or mental anguish. 2. A source of harassment, annoyance, or pain.


Dalam hari hari ini, banyak banget hal hal yang bisa me"tormenting" kita dalam kehidupan keseharian kita yang mengganggu kesehatan mental kita. Paling gampang kalau di gw adalah keadaan Office, bagaimana memiliki Leader yang menurut gw yang gak bisa berkomunikasi dengan baik dengan team, ketidakjelasan Jabatan dan tanggung jawab dan fungsi, dan bagaiman mengoperasikan daily job yang jelas yang aneh.


Tidak ada company yang sempurna, dimanapun itu, namun tidak bearti bisa dijalankan bebas dengan seenaknya bagi para pihak yang mengaku Leader dengan anggapan "asal tidak merugikan perusahaan" apapun diijinkan, yang terjadi adalah ? setiap "Leader" memiliki agenda untuk memuaskan dirinya sendiri, so dengan posisi gw yang berada di "tengah" dan gak "jelas" karena tidak adanya komunikasi yang baik, nah, hal ini yang mentormenting dari sisi eksternal gw. 


Gw menjadi burnout karena perkara hal kecil yang didiamkan dan tidak adanya perubahan yang terjadi dari pemegang otoritas, ide sudah diberikan, namun hanya ditampung dan tidak dijalankan. Result Oriented tanpa ada Planning yang terjadi. Well... i am burnout and it effected my mental health. 


Teman kantor banyak yang berusaha menganjurkan untuk paid leave, agar bisa re"charge" diri gw lagi.


Tapi setelah gw membaca pesan di atas mengenai "MAYBE GOD WANTS TO USE WHAT IS TORMENTING YOU TO MENTOR YOU ABOUT HIS GRACE", Gw berpikir bahwa mungkin Tuhan gw ingin meminta gw untuk REST sejenak dan berpikir bahwa "MAYBE" hal ini memang menjadi sebuah "UJIAN" buat gw untuk memiliki "PERSPEKTIF" yang berbeda dalam melihat keadaan seperti ini.


Kalau setiap hal yang terjadi karena ada maksud dan tujuannya, "MAYBE" hal ini memang menjadi ujian gw untuk bisa lulus, baik lulus dari segi kehidupan untuk merasakan "GRACE" yang DIA berikan ataupun kelulusan gw untuk bisa pindah ke tempat pekerjaan yang memang bisa melihat potensi gw lebih baik.


Apapun itu, gw juga gak tahu, karena "MAYBE" berbicara tentang kemungkinan, dan berbicara kemungkinan bisa jadi adalah permintaan diri untuk bisa berharap dan merubah perspektif. Berharap untuk mendapatkan tempat lebih baik, atau ubah perspektif untuk melihat hal ini menjadi kesempatan gw untuk menjadi pribadi yang lebih baik. 


Manapun jawabannya, gw juga gak tau, toh namanya juga hidup, masa depan adalah misteri, sementara hari ini adalah "present",  tapi yang pasti mencoba untuk mengisi "hari ini" dengan baik serta mencoba untuk memiliki perspektif yang berbeda agar gw juga bisa mendapatkan naik level untuk mengerti bagaimana wujud asli dari "Grace" tersebut.


So...apakah hasilnya ? ..... kita lihat saja ... karena gw juga gak tahu ...